Transfer Teknologi

transfer-teknologiSumber gambar : jakartagreater.com

Teknologi merupakan suatu pemikiran intelektual manusia yang lahir dari suatu kegiatan penelitian dan pengembangan yang tentu saja membutuhkan waktu, tenaga dan biaya. Karena itulah teknologi mempunyai manfaat dan nilai ekonomis, sehingga merupakan suatu hal yang wajar apabila terhadap hak atas penemuan tersebut, penemu diberi perlindungan hukum sehingga akan dapat memacu semangat mereka untuk terus melakukan penelitian dan pengembangan teknologi.

Transfer teknologi, disebut juga dengan komersialisasi teknologi, adalah proses memindahkan kemampuan, pengetahuan, teknologi, metode manufaktur, sampel hasil manufaktur, dan fasilitas, antara pemerintah, universitas, dan institusi lainnya yang menjamin bahwa perkembangan ilmu dan teknologi dapat diakses oleh banyak pengguna. Hal ini penting demi pengembangan lebih lanjut dan penggunaannya menjadi produk, proses, aplikasi, material dan produk jasa baru. Transfer teknologi sangat erat kaitannya dengan transfer pengetahuan.

Menurut Peraturan Pemerintah nomor 20 tahun 2005 definisi alih teknologi dikemukakan sebagai pengalihan kemampuan memanfaatkan dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi antar lembaga, badan atau orang, baik yang berada dalam lingkungan dalam negeri maupun yang berasal dari luar negeri ke dalam negeri atau sebaliknya.

Dapat disimpulkan bahwa Transfer Teknologi adalah pengalihan kemampuan memanfaatkan dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi antar lembaga, badan atau orang, universitas, institusi bahkan negara, baik lingkungan dalam negeri maupun luar negeri baik dengan tujuan komersil maupun non komersil.

Transfer teknologi dibagi menjadi dua, yaitu transfer secara horisontal dan transfer secara vertikal. Secara horisontal adalah perpindahan teknologi dari satu bidang ke bidang lainnya. Sedangkan transfer secara vertikal adalah perpindahan teknologi dari riset ke penerapan.

Secara umum, ada 4 hal yang harus ditransfer atau dialihkan apabila berbicara tentang transfer teknologi. Atau, dapat juga disebutkan bahwa yang dimaksud dengan teknologi terdiri atas 4 hal, yaitu:

  1. Technoware (Perangkat Alat atau Mesin)

Bagian inilah yang paling sering disalah artikan sebagai satu-satunya yang disebut dengan Teknologi. Technoware adalah perangkat alat atau mesin yang berbentuk fisik, baik berupa keseluruhan perangkat maupun bagian dari sebuah perangkat utama, selain itu technoware juga dapat diartikan sebagai sistem utama yang menjadi pokok dalam sebuah kegiatan.

Pada istilah Transfer Teknologi, tentu saja komponen ini yang paling terbuka dan transparan. Bahkan, pada nota kesepahaman atau MoU yang ditandatangani oleh para pihak, biasanya menyebutkan komponen ini secara jelas dan tegas, lengkap dengan satuan dan jumlah totalnya.

  1. Humanware (Perangkat Manusia)

Komponan humanware adalah salah satu komponen dari teknologi yang terpenting. Technoware tidak akan dapat berfungsi tanpa komponen ini. Humanware merupakan kemampuan manusia dalam mengoperasikan, merawat, memperbaiki bahkan melakukan inovasi terhadap sebuah teknologi. Brainware merupakan bagian dari humanware, karena manusia tanpa memiliki kemampuan otak yang cukup tidak akan mampu melaksanakan sebuah pekerjaan secara baik dan benar.

Dalam proses transfer teknologi, komponen ini merupakan komponen krusial yang paling sering diabaikan oleh pemberi transfer atau hanya sedikit sekali dilaksanakan serta tetap menciptakan ketergantungan kepada mereka. Masih teringat beberapa tahun yang lalu, sebuah proyek mobil nasional dimulai di Indonesia dengan menggandeng Korea Selatan. Salah satu “jargon” yang digembar-gemborkan adalah melakukan transfer teknologi dalam hal pembuatan mobil. Namun, yang terjadi hanyalan kemampuan merakit dari komponen-komponen mobil yang tetap diimpor dari Korea Selatan. Proses pembuatan secara detail tidak pernah diberikan dan dijelaskan kepada Indonesia.

Seharusnya, yang dimaksud dengan transfer teknologi secara lengkap adalah dengan memberikan pengetahuan seluas-luasnya terhadap produk yang ditransfer, baik berupa pelatihan, magang, bimbingan kerja, hingga bergabung dalam tim pengembang dari sebuah teknologi. Dengan ini, tidak ada ketergantungan dari pihak penerima bantuan kepada pihak pemberi.

  1. Inforware (Perangkat Informasi, Metode, Cetak biru, Prosedur, dan Analisis)

Komponen ini adalah komponen yang berupa segala jenis informasi terhadap sebuah teknologi, termasuk cetak biru, rancang bangun, prosedur, analisis, dan segala informasi lainnya sehingga pihak penerima mampu untuk melakukan pengembangan terhadap disain yang ada serta mampu untuk membuat produk yang sama dengan mengandalkan kepada informasi yang ada.

Ini dapat diibaratkan dengan membeli sebuah pesawat televisi yang dilengkapi dengan diagram blok, buku manual perakitan, daftar komponen, SOP mulai pembelian bahan hingga pengepakan, serta dokumen pendukung perakitan lainnya.

Coba kita lihat pesawat televisi kita saat ini. Sebagian besar hanya berisi petunjuk penggunaan serta troubleshooting sederhana yang ujung-ujungnya berisi kalimat “silakan menghubungi service centre terdekat”

Tapi kasus televisi ini tidak dapat disalahkan, karena kita memang membeli barang alias technoware, tidak melakukan transfer teknologi.

Dari paparan di atas, apabila perusahaan kita atau kita sendiri hendak melakukan perjanjian yang berisi kalimat “transfer teknologi” maka yakinkan Inforware lengkap di dalamnya agar transfer teknologi tersebut menjadi lebih lengkap dan bermakna.

  1. Organoware (Perangkat Organisasi)

Komponen ini adalah kemampuan terakhir dari komponen Teknologi yang merupakan kemampuan untuk mengorganisasikan 3 komponen sebelumnya, yaitu Technoware, Humanware, dan Inforware.

Dalam proses transfer teknologi, pihak pemberi seharusnya juga memberikan pelatihan tentang bagaimana proses organisasi terhadap teknologi yang akan diberikannya, sehingga pengelolaan dan pemanfaatan teknologi tersebut menjadi lebih efektif dan efisien yang bermuara kepada peningkatan produktifitas.

Peranan Transfer Teknologi dalam Perkembangan Teknologi

  1. Inovasi tidak akan berjalan tanpa Transfer teknologi
  2. Tidak ada pengembangan tanpa transfer teknologi

Prinsip-prinsip Transfer Teknologi

  1. Pemilihan teknologi berdasar korelasi antara kebutuhan dan sumber daya
  2. Teknologi import diterapkan setelah diadaptasi dengan kondisi lokal
  3. Perbaikan, imitasi dan perbaikan import harus dilakukan tenaga terlatih lokal
  4. Tenaga asing harus memberikan training yang efektif

 

Sumber :

Grosse, Robert (1996). “international Technology Transfer in Services”. Journal of International Business Studies 27: 782

https://nadya.wordpress.com/2009/02/27/menelanjangi-alih-teknologi/

9 thoughts on “Transfer Teknologi

    • Transfer vertikal adalah transfer dari riset ke penerapan, contohnya: hasil riset media pembelajaran yang diterapkan pada pembelajaran di kampus atau sekolah, bisa juga di bidang ilmu murni atau terapan, sebagai contoh hasil riset bahan teknik (komposit, logam, dan sebagainya) yang diterapkan pada proses produksi.

      Transfer horisontal adalah transfer dari satu bidang ke bidang lainnya. Contoh: bidang teknik mentransfer hasil risetnya ke bidang kedokteran. Misalnya bahan pengganti tulang yang dikembangkan oleh bidang teknik yang diterapkan di bidang kesehatan.

      Semoga bermanfaat

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s